Perlindungan HKI dan Perlindungan Perjanjian Dalam Kegiatan Framing dan Deep Linking

Perkembangan Teknologi internet berguna untuk mengirim dan menerima electronic mail, software, electronic document, gambar-gambar dan data-data lain ke seluruh dunia, sehingga teknologi internet secara dramatis telah mengurangi biaya dari komunikasi jarak jauh. Oleh karena itu, kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission, oleh para ahli dan pelaku bisnis selalu dicoba dirumuskan pengertiannya, yang diantaranya telah mengartikan dari terminologi E-Commerce.

Secara umum e-commerce dapat diartikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik, sehingga pada dasarnya, pergaulan di dunia maya pada hakikatnya merupakan hubungan keperdataan selama tidak merugikan secara umum pada masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan framing dan deep linking yang terkait dengan perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual sebenarnya dapat dilakukan dengan cara menjalin kesepakatan diantara mereka. Mengingat secara umum menurut salah seorang penulis, menjelaskan bahwa, alih teknologi hanya dapat tercapai jika suatu negara berkembang memiliki sistem lisensi wajib yang efektif. 

Apabila meninjau sistem hukum di Indonesia mengenai perjanjian, maka perjanjian sebenarnya telah diatur dalam Pasal-Pasal yang terkandung dalam Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Tentang Perikatan yang secara mendasar dibedakan menurut sifat perjanjiannya yaitu:

  1. Perjanjian Konsensuil, yaitu perjanjian dimana adanya kata sepakat antara para pihak saja, sudah cukup untuk timbulnya perjanjian tersebut;
  2. Perjanjian Riil, yaitu perjanjian yang baru terjadi apabila barang yang menjadi pokok perjanjian telah diserahkan; dan
  3. Perjanjian Formil, yaitu perjanjian yang disaratkan oleh Undang-Undang, di samping sepakat juga penuangan dalam suatu bentuk atau disertai formalitas tertentu.

Berkaitan dengan perikatan yang lahir berdasarkan perjanjian, J. Satrio mengatakan bahwa perjanjian adalah sekelompok/sekumpulan perikatan-perikatan yang mengikat para pihak dalam perjanjian yang bersangkutan. Sehingga apabila salah satu pihak dengan sengaja atau terbukti sengaja melakukan hal-hal yang merugikan pihak lain, dapat diupayakan hukum untuk meminta pihak yang bersangkutan sehingga pertanggung-jawaban hukum dapat dilakukan, walaupun para pihak secara fisik tidak bertemu muka.

Di dalam praktik, sebuah layanan website internet seseorang atau perusahaan, sering menampilkan web pages milik pihak lain untuk memberikan kemudahan para pengunjung dalam menemukan pencariannya. Selain itu, web pages pihak lain yang ditampilkan, dapat memberikan kesan lebih baik, karena website yang melakukan metoda framing dan metoda deep linking dapat berguna bagi pemilik website, untuk menambah nilai kepercayaan dan kelengkapan website itu sendiri. Apabila meninjau secara umum mengenai pengertian framing dan deep linking, maka framing dapat diartikan sebagai suatu jendela pada website dimana website lain dapat dilihat atau dengan kata lain, framing dapat diartikan sebagai suatu website yang menunjuk halaman dari website lain untuk kepentingan para pengunjung (visitors). Sedangkan pengertian deep linking dapat diartikan sebagai “when one site links to a page of another site other than the other site’s home page” (Margaret Smith Kubiszyn). 

Kegiatan framing dan deep linking khususnya oleh website komersial dapat dilakukan setelah mendapatkan izin atau lisensi dari pihak pemilik web pages bersangkutan, baik secara formil maupun secara informal. Hal ini harus dilakukan, karena tidak semua orang atau badan hukum secara sukarela membiarkan desain atau karakteristik website-nya ditampilkan oleh orang laing secara acak.

Apabila meninjau kasus-kasus yang disebabkan kegiatan framing dan deep linking, maka pembaharuan hukum dibidang perlindungan HKI sangat penting, selain dilakukannya pendekatan persuasif secara non yuridis. Selain itu, dukungan yang diberikan oleh pemerintah dengan mengajak bersama para pengguna electronic commerce dapat membuat suatu kesepakatan tentang sebuah tatanan kerjasama yang baru dalam electronic commerce.

Kantor Pengacara & Konsultan Hukum “FARID SR & PARTNERS” siap menjadi Pengacara anda. Apabila anda tertarik untuk berkonsultasi dan menjadi Klien kami silahkan hubungi di Nomor Hp. 082175945888 (WA Available) atau via email di advokat@faridsrdanpartners.com

One thought on “Perlindungan HKI dan Perlindungan Perjanjian Dalam Kegiatan Framing dan Deep Linking

  1. Justin says:

    Long time supporter, and thought I’d drop a comment.

    Your wordpress site is very sleek – hope you don’t mind me asking what theme you’re using?

    (and don’t mind if I steal it? :P)

    I just launched my site –also built in wordpress like yours– but the theme slows
    (!) the site down quite a bit.

    In case you have a minute, you can find it by searching for “royal cbd”
    on Google (would appreciate any feedback) – it’s still in the works.

    Keep up the good work– and hope you all take care of yourself during the coronavirus scare!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× KONSULTASI HUKUM